Wednesday, 31 August 2005

Pentingkah sebuah Virginitas ?

"HeI,,,,,,,CowO2,,,,,,,gW PeNgEn TAu NEh,,,,,,,,,
MAsEh pEnTiNg gaK SeH ViRGINItas CeWe
BuaT eLo2 pADe,,,,,,,,,
Gw Cuma PeNgEn TAU ja YAcH,,,,,,,,,,,,,,,,"

Kemaren gw iseng2 buka friendster gw, eh ada seorang temen, dia cewe, dia kirim imel ke gw yg isinya seperti yg diatas.Wah gw terus terang bingung mo jawab gimana, mo jawab ga penting, eh ntar dikira munafik, mo jawab penting, lha wong emang menurut gw itu ngga begitu penting.
Ya udah, trus ya iseng2 deh gw bikin nih artikel ini, moga2 aja ini bisa jadi jawaban gw dan moga2 ada hikmahnya, heuheuhe.

Ok, menurut gw pribadi, arti sebuah virginitas dalam suatu hubungan ke arah yg lebih serius (berkeluarga) ga begitu penting.

Kenapa ga penting ?

Gw sempet nanya2 ke beberapa temen cowo gw, ada yg menjawab penting ada juga yg jawab ga masalah tuh.
Menurut mereka yg menjaawab penting :
1. Itu adl suatu bukti bahwa cewe itu bener2 mencintai si cowo, karena bisa menjaga virginitasnya hanya untuk dia.
2. Itu menandakan bahwa si cewe berasal dari keluaarga baik2.
3. Yg jelas, si cewe yg berhasil menjaga virginitasnya adl cewe baik2 dan punya pergaulan yg baik pula.

Menurut mereka yg menganggap bahwa virginitas itu ga begitu penting :
1. Sebuah hubungan yg serius, sehaarusnya ditandai dengan saling menerima kekurangan masing2 pasangannya, termasuk kekurangan si cewe yg udah ga virgin lagi.
2. Belum tentu cewe yg udah ga virgin berasal dari keluarga yg ga baik, bisa aja si cewe kehilangan virginitasnya karena sebuah kecelakaan ato karena pelecehan seksual.
3. Pergaulan yg ga baik, belum tentu membuat para cewe jadi ga baik, sebenernya mereka para cewe yg kehilangan virginitasnya karena pergaulan yg salah, mempunyai hak yg sama kek cewe2 lain pada umumnya, asalkan cewe itu mau berubah, memperbaiki cara bergaul dan cara hidupnya selama ini.

Jadi menurut gw, masalah virginitas itu bukan suatu masalah yg besar dalam menjalin hubungan yg serius, hubungan ke arah untuk hidup berkeluarga. Asalkan kita bisa saling menerima kekurangan masing2 pasangan, niscaya hal itu ga bakal jadi penghalang deh.
Dan buat para cowo2 yg matanya masih ketutup masalah virginitas, mendingan loe buka mata loe biar isa ngeliat bahwa virginitas bukanlah suatu hal yg mutlak dijadikan pedoman dalam menjalin suatu hubungan.
Dan buat para cewe2 yg udah kehilangan virginitasnya, jangan menyerah, jangan jadi minder karena hal itu, belum tentu mereka2 para cowo yg masih mentingin masalah virginitas itu cowo baek.

Nah, klo menurut kalian sendiri gimana ? penting ga sih sebuah virginitas ?

Tuesday, 23 August 2005

10 tips memelihara hubungan asmara

1. Jangan jatuh cinta dengan seseorang yang sangat berpotensi. Terlalu banyak pria dan wanita yang memilih teman atau tinggal dalam hubungan dengan harapan bahwa orang lain akan berubah.
Jujurlah dan jadilah diri sendiri dan bertanya: "Dapatkah saya mencintai orang ini dengan cara yang sebenarnya dimana mereka sekarang tanpa harapan untuk berubah?" jika tidak, carilah yang lain.

2. Jangan memusingkan nafsu birahi. Dalam perasaan yang terburu-buru, orang melakukan hubungan seksual akan menciptakan suatu keintiman yang salah, yang akan menuju kekecewaan.
Sisihkan waktu untuk menciptakan hubungan emosional yang asli dan membiarkan hubungan seksual yang penuh gairah tumbuh.

3. Jangan mengabaikan keputusasaan untuk memiliki suatu hubungan. Misalnya, jika dia membuat suatu pernyataan seperti "Saya tidak melaksanakan komitmen dengan benar," Percayailah dia.
Tanya pada diri sendiri, "Apakah orang ini bersedia secara emosional dan situsioanal?" (Orang cenderung untuk menghabiskan waktu untuk hobinya kemudian baru pasangannya).

4. Jangan mengasumsikan teman Anda secara "fisik" mengetahui apa yang Anda inginkan dan butuhkan.
Bertanggung jawab untuk mengungkapkan perasaan Anda dan saling membutuhkan satu sama lain. Ini akan menghindari konflik dan hubungan emosional yang dalam diantara Anda.

5. Terima pasangan Anda apa adanya. Ketika pasangan memasuki tahap bulan madu, mereka sering merasa puas satu sama lain.
Teruskan untuk melakukan hal romantis satu sama lain dalam setiap hubungan, tidak hanya di tahap awal. Misalnya, buatlah "date night " sekali seminggu.

6. Bersikaplah empatik terhadap pasangan Anda. Sisihkan beberapa saat rencana Anda dan perhatikan pasangan Anda untuk memahami pemikirannya. Memahami dan mensyahkan perasaan pasangan Anda tidak berarti Anda harus setuju dengan mereka. Jika tidak hal ini berarti Anda harus menyerahkan pada kebutuhan Anda sendiri. Sering kali, perasaan memahami akan berarti lebih untuk pasangan Anda dibanding menjadi benar atau memenangkan pertarungan.

7. Fokuskan pada apa yang Anda sukai dari pasangan Anda dan apa yang telah mereka lakukan dengan benar- alih-alih tentang kesalahan mereka.

8. Kekasih Anda kembali. Orang yang mencintai Anda kembali. Anda tidak akan terlibat dengan seseorang yang akan mencintai Anda.

9. Anda tidak merasa Anda berjalan diatas kulit telur. Jika Anda memiliki perasaan yang kuat dalam perut Anda, itu bukan cinta, melainkan Anda mencoba untuk mendapatkan persetujuan.

10. Hubungan yang sehat akan meningkatkan penghargaan diri.

Untuk mendapatkan hubungan yang harmonis, setiap pasangan perlu untuk mengekspos diri mereka sendiri. Hubungan yang sehat terjadi ketika kedua pasangan merasakan aman untuk menyatakan diri mereka sebenarnya terhadap masing-masing.